Error
  • The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.
Home

Pengawai Negeri Sipil (PNS) diminta siap menerima perubahan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Wonosobo. Hal ini disampaikan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, dalam Sidang Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Pengajuan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perangkat Daerah Kabupaten Wonosobo, Kamis, 29 September, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Wonosobo.

Kunci keberhasilan pembangunan desa terletak pada kekompakan dan keharmonisan semua elemen masyarakat di dalam nya. Dua elemen utama, yaitu pemerintah desa, mulai dari Kades, Sekdes hingga para perangkatnya dengan unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pun sewajibnya memiliki hubungan yang harmonis. Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo bahkan mengibaratkan hubungan antara Pemdes-BPD selayaknya hubungan sepasang suami-istri dalam sebuah rumah tangga. "Dengan semakin harmonisnya jajaran pemerintahan desa dengan unsur BPD maka pembangunan juga akan lebih lancar serta membawa kemajuan bagi desa," ungkap Wabup di depan forum komunikasi BPD se-Kecamatan Leksono, yang menggelar rapat di Balai Desa Manggis, Kamis (29/9).

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Wonosobo yang masih cukup tinggi menjadi perhatian berbagai pihak. Tak hanya dari dalam Negeri, perhatian akan tingginya prosentase kemiskinan di Wonosobo juga menarik para peneliti dari mancanegara. Hal itu tampak ketika pada Kamis (29/9), Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo bertemu dengan Lisa Woodward, kandidat Doktor dari Murdoch University Australia. Kepada KaKanparekraf, Lisa menerangkan tujuan kedatangannya ke Wonosobo adalah dalam rangka meneliti kerentanan warga miskin di Desa Wisata Sembungan, Kejajar. Selama hampir 2 minggu terakhir, Lisa dengan didampingi Abidin, anggota Serikat petani Indonesia (SPI) asal Desa Kuripan, Garung melakukan observasi di Sembungan.

Warga Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek benar-benar merealisasikan niat untuk memiliki sebuah sanggar seni budaya nan representatif. Tak butuh waktu lama dari saat gagasan tersebut dibahas bersama Kepala Kantor Parekraf pada pertengahan bulan Agustus lalu, Rabu (29/9) sanggar seluas 12 X 14 meter persegi itu sudah berdiri cukup megah dan siap diresmikan Bupati, Senin (3/10) mendatang. Muhadi, Ketua BPD setempat mengaku warga bekerja keras siang malam selama 2 minggu terakhir demi berdirinya sanggar seni budaya yang dinamakan Joko Lelono itu. "Kami bahu-membahu bergotong royong untuk mewujudkan mimpi memiliki Sanggar Joko Lelono ini, sehingga nantinya ketika waktunya diresmikan benar-benar sudah siap," tutur Muhadi.

Fungsi menyusui ternyata tak sekedar memberikan kebutuhan air susu ibu (ASI), dari seorang ibu kepada bayinya. Menyusui, sebagaimana dipaparkan oleh dr Handayani SpA Msc di depan para ibu yang menjadi peserta seminar Mobilisasi Sosial Kawal Antenatal di aula Gedung PMI Cabang Wonosob, Rabu (28/9) memiliki banyak fungsi  penting. Salah satu fungsi utama dari menyusui, menurut Handayani adalah untuk membangun ikatan antara ibu-anak.

Langkah untuk merealisasikan gagasan menjadikan kawasan Dieng sebagai Taman Bumi kelas Dunia, atau Global Geopark terus berlanjut. Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo mengaku ia masih berusaha keras agar Geopark Dieng secepatnya terwujud.

Sebanyak 30 Desa di 14 Kecamatan Se-Kabupaten Wonosobo bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa serentak, 22 November 2016 mendatang. Seiring dengan itu, terbit pula Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Nomor 128/PUU-XIII/2015, yang menyebut bahwa calon kepala desa tidak harus merupakan penduduk desa yang tengah menggelar pemilihan. Hal itu, menurut Kepala Bagian Pemerintahan Setda Wonosobo, Tri Antoro perlu disikapi secara cerdas dan bijak demi oleh semua pihak, khususnya warga masyarakat di desa yang tengah bersiap menggelar Pilkades, demi menghindari adanya kesalahpahaman dan potensi munculnya dampak negatif. Penegasan terkait harus diterapkannya putusan MK tersebut, disampaikan Tri kepada para camat dan sekcam se-Wonosobo, yang menjadi peserta rapat koordinasi di Ruang Mangunkusumo Setda, Selasa (27/9).

Pertandingan bola volley antar Koramil yang digelar Kodim 0707/Wonosobo di alun-alun Kota, Selasa (27/9) berlangsung sangat kompetitif dan penuh semangat. 13 Koramil yang mengikuti pertandingan dalam rangka memperingati HUT ke-71 TNI tersebut, menunjukkan semangat dan sportifitas demi meraih hasil terbaik. Hal itu terlihat, setidaknya dari dua tim yang bertanding pertama, yaitu Koramil Sapuran melawan Koramil Selomerto. Ketua panitia pertandingan, Serma Dahriyono menyebut kompetitif nya pertandingan tak lepas dari terlibat nya warga Sipil di setiap tim. "Ketentuannya adalah dalam satu tim dari tiap Koramil, harus terdiri dari 3 personel dan 3 orang warga sipil kecamatan setempat," terang Dahriyono.

Bupati mengajukan draft rancangan peraturan daerah (Raperda) Stuktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Wonosobo kepada DPRD. Sebanyak  17 Dinas terdiri dari 5 Dinas tipe A, 5 Dinas tipe B, dan 7 Dinas Tipe C. Sekda Eko Sutrisno Wibowo yang membacakan usulan raperda tersebut di depan Sidang Paripurna DPRD, Senin (26/9) menyebut SOTK baru juga akan memunculkan 3 Badan Tipe A sebagai OPD penunjang (Techno Structure). Ketiga badan tersebut, diurai Eko meliputi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Perangkat daerah lainnya adalah Sekretariat Daerah tipe B dengan 3 Asisten dan 8 bagian, Sekretariat DPRD tipe C terdiri dari 2 bagian, dan Inpektorat tipe A ditambah 15 Kecamatan sebagai OPD kecamatan Tipe A  tidak berubah,” lanjut Sekda.

Hari Ulang Tahun TNI Ke-71 bakal diperingati lebih meriah di Wonosobo. Kodim 0707/Wonosobo, seperti dijelaskan Dandim, Letkol CZI Dwi Hariyono pada rapat koordinasi di Pendopo belakang eks rumah Dinas Bupati, Senin (26/9), bakal menghelat beragam acara, mulai dari Pentas seni dan budaya, sampai lari lintas Alam dan terabas, atau trail adventure. "Rangkaian acara dimulai pada 1 Oktober 2016, dan berakhir di akhir Oktober, atau tepatnya tanggal 30," jelas Dwi di depan Sekda beserta beberapa pejabat OPD di lingkup Pemkab dan perwakilan BUMN/BUMD peserta rakor.

Page 1 of 355