New Page 1
Lembah Dieng
Kawasan ini merupakan kawasan yang terletak
antara Dieng Plateau dengan kota Wonosobo. Kawasan ini didominasi oleh gunung
dan lembah curam. Bagi anda yang peka terhadap hal-hal yang alami, situasi
seperti merupakan situasi yang sangat cocok bagi anda. Jalan yang berliku,
lembah yang curam dan gunung Sindoro yang sangat indah.
Gardu Pandang

Gardu pandang ini terletak
beberapa kilometer sebelum Dieng Plateu. Anda dapat naik ke gardu ini sambil
beritirahat. Dari tempat ini tampak
pemandangan yang sangat indah. Dibawahnya
ada lembah yang curam sehingga rumah-rumah
di pedesaan nampak kecil-kecil. Ke arah
tenggara tampak Gunung Sindoro yang biru. Lokasi ini terletak 1.800 m di atas
permukaan laut. Berarti ketinggiannya hanya terpaut beberapa ratus meter
dibanding gunung Sindoro.

Dari gardu ini, pagi-pagi
benar jika langit cerah, akan tampak matahari muncul di atas awan. Nampak sangat
indah berwarna keemasan, oleh sebab itu sering disebut dengan Golden Sun
Rise.
Agro Wisata Tambi

Agro wisata Tambi merupakan
obyek wisata berupa tempat wisata buatan dan terutama kebun teh. Perlu anda
ketahui bahwa di Wonosobo terdapat perusahaan teh yang sudah sejak lama berdiri,
yang memproduksi teh kualitas eksport. Sudah barang tentu memiliki kebun teh
yang sangat luas. Kebun teh ini sangat indah dan sejuk.
Terhampar luas di lereng gunung
Sindoro, dengan ketinggian 1.200 - 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu udara
antara 15'-24' C. PT Tambi mengelola 3 unit perkebunan teh yang terletak di desa
Bedakah, Tanjungsari serta desa Tambi dengan luas area mencapai 829 Ha yang
dilengkapi fasilitas pondok wisata, Kolam Pemancingan, Lapangan Tenis, Taman
Bermain, Kebun dan Pabrik Teh.

Kebun teh yang ditanam tidak
hanya di lereng gunung Sindoro, melainkan juga di sebelah barat gunung Sumbing,
tepatnya di desa Tanjungsari, kecamatan Sapuran.
Di Tanjungsari juga telah
dibangun agrowisata. Lokasinya di pinggir jalan antara desa Tanjungsari dan
Sapuran. Sarana yang ada berupa kebun teh, taman bermain dan tempat istirahat.
Telaga Menjer
Merupakan telaga alami terluas
di Kabupaten Wonosobo, berada pada ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut
dengan luas 70 hektar dan kedalaman air mencapai 45 meter. Telaga Menjer
terletak di desa Maron kec. Garung 12 Km sebelah utara kota Wonosobo.
Sisi utara telaga ini berupa pegunungan yang ditumbuhi tanaman hijau termasuk
kebun teh. Sementara itu di sisi selatan dibatasi oleh tanah miring berbatu-batu.
Sepintas lalu jika diamati, kemungkinan pada jaman purba ini merupakan kawah dan
saat ini sudah tidak aktif sehingga air tertampung di dalamnya.
Dengan air yang luas dan jernih, alam yang
tenang dan pegunungan yang mengelilinginya, Telaga ini menyuguhkan suasana damai.
Lebih indah lagi ketika langit cerah dipagi hari dibarengi oleh tiupan angin
segar perlahan-lahan. Di tepian telaga banyak ditanam pohon pinus, sehingga
suasana semakin indah. Di telaga ini, anda dapat naik rakit berkeliling telaga.
Telaga
ini sering dikunjungi anak-anak muda baik lokal maupun dari luar kota. Memang
letaknya dekat dengan kota Wonosobo. Mereka biasanya berombongan naik sepeda
motor. Ya, sepeda motor merupakan sarana yang paling mudah untuk menuju tempat
ini.
Banyak juga mereka yang hobi
memancing menyalurkan hobinya di telaga ini. Sebagian penduduk sekitar juga ada
yang mencari ikan di telaga ini.
Air dari telaga ini cukup besar,
oleh sebab itu air dari telaga ini digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik,
dikenal dengan PLTA Garung.
Kalianget
Kali
artinya sungai sedang anget artinya hangat. Jadi, kalianget berarti sungai
hangat. Sebenarnya bukan hanya hangat, malah termasuk panas. Karena ada sungai
hangat inilah desa tersebut diberi nama Kalianget. Kawasan kalianget terletak
kira-kira hanya 2 km dari kota Wonosobo. Obyek utama di tempat ini berupa sumber
air hangat yang mengandung belerang. Mandi di air panas yang mengandung belerang
ini konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Di sini juga ada kolam
fasilitas olah raga termasuk kolam renang yang
cukup memadai serta taman.
|